Pandeglang, 15 Januari 2026 – Dalam rangka menyambut milad ke-15 tahun, SMKN 10 Pandeglang meluncurkan inovasi teknologi pendidikan berupa Kartu Presensi Digital, Kamis (15/1/2026). Kartu pintar ini berfungsi ganda sebagai kartu identitas pelajar sekaligus sistem presensi digital terintegrasi. Peluncuran produk ini merupakan karya nyata Tim Web Development departemen PPLG SMKN 10 Pandeglang yang menjadi produk unggulan awal dari Teaching Factory yang sedang dikembangkan sekolah.
Kartu ini merupakan solusi teknologi yang menggabungkan fungsi identifikasi siswa dengan sistem presensi otomatis berbasis RFID/NFC. Setiap kartu memiliki identitas unik yang terhubung dengan database sekolah, memungkinkan pencatatan kehadiran secara real-time, akurat, dan transparan. Pengembangannya melibatkan siswa-siswi kompetensi keahlian Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim (PPLG) sebagai bagian dari pembelajaran berbasis proyek.
Inovasi ini dirancang untuk menciptakan efektivitas administrasi sekaligus menumbuhkan budaya disiplin di lingkungan sekolah. Sistem presensi digital menghilangkan kesalahan manual, mengurangi beban administrasi guru, dan memberikan data akurat untuk pemantauan kehadiran siswa. Orang tua juga dapat memantau kehadiran anak secara langsung melalui aplikasi terintegrasi.
Pengembangan dipimpin langsung oleh Tim Web Development PPLG SMKN 10 Pandeglang dengan pendampingan guru produktif. Program ini mendapat dukungan penuh dari Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Pandeglang dan Bank Banten Kantor Cabang Labuan sebagai bentuk kepedulian dunia perbankan terhadap pengembangan teknologi pendidikan vokasi.
Kartu akan didistribusikan kepada seluruh siswa dengan sistem satu kartu untuk semua kebutuhan: presensi, dan identitas pelajar. Kedepan pengembangan akan berfungsi sebagai akses perpustakaan dan transaksi kantin digital, Implementasi bertahap akan dimulai Januari 2026 dengan fase uji coba pada kelas X sebelum diterapkan secara menyeluruh.
"Kartu Presensi Digital ini bukan sekadar produk teknologi, tetapi bukti bahwa siswa SMK mampu menciptakan solusi nyata untuk kebutuhan sekolah," tegas Cuncun Kurnaefie, SE. MM. Kepala SMKN 10 Pandeglang. Inovasi ini diharapkan menjadi model pembelajaran Teaching Factory yang inspiratif sekaligus menempatkan SMKN 10 Pandeglang sebagai pelopor digitalisasi pendidikan vokasi di Banten. (humasnagata/26)